| Teknik Mengubah File MPG Ke avi DivX (Bagian 3) (Akhir) |
| Written by s2d4theworld | |
| Selasa, 12.10.2004 | |
Ini adalah bagian terakhir dari artikel ini, moga-moga bakal banyak membantu. Pada dasarnya prinsip2 yg udah dibahas di artikel ini dan sebelumnya bisa dipake untuk encoder yg lain atau bahkan ripping dvd, yg beda hanya software dan cara settingnya yg tentu bisa dipelajari sendiri. Kecuali ada permintaan, artikel tentang ripping ini saya cukupkan sampai di sini. Selanjutnya simak saja... (enjoy ^_^).
Keterangan: Sebelumnya saya ingin ngebahas dikit soal bitrate. Bitrate adalah jumlah bit yang dibutuhkan untuk menyimpan satu satuan waktu file audio/video, dan satuan waktu yang sering digunakan tentu saja adalah detik. Jadi, kalo Anda melihat file mp3 yang mempunyai bitrate 128 kbps (kilobit per second), berarti file tersebut membutuhkan 128.000/8 = 16.000 B (15,6 KB) untuk menyimpan 1 detik file mp3 tersebut (dibagi 8 karena 1 byte sama dengan 8 bit). Dan jika file mp3 tsb durasinya katakanlah 1 menit (60 detik), maka ukuran file mp3 itu totalnya 16.000x60 = 960.000 B (937,5 KB). Untuk file audio/video seperti avi atau mpg, bitrate bagian audio dan video adalah terpisah, jadi misalnya sebuah file avi sepanjang 1 menit dengan bitrate 780 kbps dan bagian audionya berformat mp3 dangan bitrate 64 kbps. Ukuran bagian video dari file ini berarti (780.000/8)x60 = 5.850.000 B, dan ukuran bagian audionya (64.000/8)x60 = 480.000 B, jadi total ukuran video tersebut adalah 5.850.000 + 480.000 = 6.330.000 B (6 MB). Hehehe, semoga Anda tidak bingung dengan perhitungan-perhitungan tadi. Tapi yakinlah, ini ada manfaatnya :P. Nah, kembali ke topik semula, dalam setting encoder divx yang lalu kita menggunakan bitrate default, yaitu 780 kbps dan bitrate audio menggunakan mp3 (lame mp3 codec) 128 kbps. Teorinya, semakin besar bitrate yang kita pakai, semakin bagus kualitas file yang dihasilkan, karena encoder mempunyai ruang yang lebih lapang untuk menyimpan data. Dan karena bitrate yang besar jelas butuh space yang lebih besar, tentu saja kita butuh mengkompromikan keduanya agar mendapatkan hasil yang optimal (ciee :P), yaitu dengan ruang yang tersedia, kita gunakan bitrate sebesar mungkin. Untuk memudahkan pembahasan dalam artikel ini, file audio saya patok bitratenya hanya sebesar 128 kbps (standar untuk mp3 streaming). OK, kita pakai saja contoh kasus misalnya Anda mempunyai sebuah film dalam vcd yang durasinya 1 jam 45 menit dan Anda ingin membuat file avi-nya yang bisa muat pada tepat 1 cd yang berukuran 700 MB. So, let's start counting ^^;;;. Untuk urusan hitung-menghitung ini sebenarnya kita ngga perlu pusing, karena dalam setting encoder divx sudah tersedia tool bitrate calculator (hehehe *disemprot pembaca dgn ucapan "napa ngga bilang dari tadi"* XD). Buka kembali setting encoder divx lewat virtual dub seperti biasa, lihat dalam tab General, pada group Bitrate, di samping setting Average Bitrate, ada tombol yang judulnya Bitrate Calculator. Klik tombol tsb untuk menampilkan kotak dialog Bitrate Calculator. Masukkan panjang film kita (1 jam 45 menit 0 detik) ke textbox hours, mins dan secs pada group Duration. Pastikan radio button pada group tsb dicek di samping textbox hours. Demikian pula pada group Filesize masukkan ukuran file yang diinginkan yaitu 700 MB, dan pada group Audio Bitrate masukkan bitrate audio yang diinginkan yaitu 128 kbps. Ternyata filmnya bisa muat di cd-r yang berukuran 700 MB dengan bitrate sebesar 794 kbps, klik Accept dan otomatis setting Average Bitrate di sampingnya akan menyesuaikan dengan hasil perhitungan pada oleh Bitrate Calculator. OK, selesai, berikutnya tinggal lakukan proses encode seperti biasa. Ada satu permasalahan dengan cara di atas, untuk menjelaskannya perlu diketahui kalau pada file video divx bitrate yang kita tetapkan di sini adalah bitrate rata-rata. Artinya divx mengencode video dengan bitrate yang dinamis, tergantung dari banyaknya perubahan image antar frame gambar video. Misalnya pada sebuah adegan ada peristiwa ledakan yang menampilkan banyak sekali image gambar bergerak di setiap framenya, maka divx membutuhkan bitrate yang lebih besar untuk bagian ini, sedangkan pada gambar yang diam seperti adegan tokoh utama memandang matahari terbenam di akhir film (:P classic eh...) maka divx tidak akan membutuhkan bitrate yang terlalu besar. Mengapa bisa demikian? Saya malas menjelaskannya, pokoknya begitulah divx hehehe... Yang penting kita tahu bahwa bitrate dalam setiap adegan video tidak konstan tetapi divx akan berusaha membuat bitrate akhir yang sama dengan bitrate rata-rata yang kita spesifikasikan di awal encoding. Nah lho, sekarang pertanyaannya bagaimana divx bisa tahu adegan ini harus di-encode dengan bitrate segini dan adegan itu harus di-encode dengan bitrate segitu, dan akhirnya jumlah semua bit dari semua frame dijumlahkan dan dirata2 bitrate rata2nya jadi sesuai dgn yg kita inginkan... Emangnya program ini bisa meramal :P. Jelas engga, divx dalam hal ini cuman maen kira-kira ajah (tentu dengan patokan pertimbangan tertentu yang terlalu teknis untuk dijelaskan disini :P). Di sinilah masalahnya, karena maen kira2 kayak gini tentu ajah tidak optimal. Pemecahannya yaitu dengan membiarkan divx "menonton" video itu dulu sampai habis baru encoding yang sebenarnya dimulai. "Menonton" ini maksudnya divx harus terlebih dulu memproses video dari awal sampai akhir untuk menghitung data tentang perubahan tiap2 frame dalam video tersebut agar bisa mengalokasikan dengan lebih akurat bitrate yang sesuai untuk setiap adegan dalam video tsb. Pada setting encoder divx pilih "Multipass, Nth pass" di dropdown menu Encode Mode. Setting yang lain harus sama persis dengan setting pada pass 1. Nah sekarang kita mendapatkan 1 opsi lagi di bawah menu Encode Mode, yaitu Bitrate Modulation. Ini berguna untuk membuat divx mengalokasi bitrate lebih pada adegan2 tertentu. Misalnya punya film kita itu adalah gundam yang penuh adegan peperangan dan ledakan, artinya banyak motion (gerakan) dalam film tersebut maka geser slider ke kiri ke arah high-motion, sebaliknya geser slider ke kanan untuk film yang tidak banyak gerakan, misalnya film drama pada umumnya. Kalo ngga yakin dgn opsi ini, biarkan saja slidernya tetap di tengah dan divx yang akan menentukan sendiri alokasi bitratenya sesuai dengan hasil yang didapatnya pada pass 1. Terakhir, karena ini adalah pass terakhir, pada group Multipass encoding files, uncheck "Update log file". Selanjutnya save avi seperti biasa dan ingat jangan tumpuk file hasil pass 1 dan beri nama file yang berbeda dengan nama file output pass 1. Pertimbangan terakhir adalah jika misalnya Anda tidak peduli dengan ukuran file outputnya dan ingin agar setiap divx yang Anda encode memiliki kualitas yang konstan, pada setting encoder divx, pilih Encode Mode "1-pass quality-based". Maka setting Average Bitrate di atasnya akan menjadi Quantizer. Default nilai quantizer adalah 4, yaitu 90% kualitas sumber. Hati-hati dengan setting quantizer, kalau terlalu rendah bisa2 ukuran file outputnya jadi lebih besar dari pada file mpgnya :P. Yay, selesai deh artikel serialnya... Kalo Anda menemukan kesalahan dalam artikel ini, mail me (lihat di data staff). Kalo ada pertanyaan silahkan tanyakan lewat forum situs ini. OK, that's all folks ^_^. <s2d4theworld> Lihat Juga Artikel: |
| < Prev | Next > |
|---|