| Tantei Gakuen Q |
| Jumat, 17.12.2004 | |
"Aku ingin jadi detektif!" Itulah yang dikatakan Kyu pada guru BP-nya ketika ditanya mengenai rencana masa depannya. Sang guru hanya bisa bengong mendengar ucapan Kyu. Rapor Kyu memang dihiasi angka merah. Meski demikian, Kyu sangat cermat dalam hal observasi. Hanya dengan melihat sekilas, ia tahu teman-temannya memecahkan kaca sekolah! Suatu hari, Kyu mengikuti ujian masuk Dan Tantei Gakuen alias Dan Detective School (DDS), sekolah milik mantan detektif legendaris Dan Morihiko. Setelah melalui serangkaian ujian, Kyu diterima dalam Q Class (Qualified Class), kelas yang dibentuk Dan-sensei untuk memilih successor-nya. Di kelas itu, Kyu bergabung dengan Minami Megumi a.k.a Meg yang memiliki ingatan fotografis, Touyama Kintarou a.k.a Kinta si insting tajam, programmer jenius Narusawa Kazuma, dan Amakusa Ryuu yang misterius. Kyu dkk belajar menjadi detektif di bawah bimbingan langsung Dan-sensei yang dibantu para asistennya. Ada Nanami Kotaro yang ahli menyamar, Katagiri Shino (sekretaris pribadi), Maki Shintaro (mantan dokter kepolisian), dan Hongo Tatsumi, detektif yang baru pulih dari luka. Proses belajar mengajar tak hanya berlangsung di kelas, kadang juga di TKP (Tempat Kejadian Perkara, Red). Dan-sensei juga membekali murid-muridnya dengan buku saku yang berisi perlengkapan detektif profesional. Duduk di kelas istimewa tak membuat Kyu dkk bisa ongkang-ongkang. Ada murid A Class yang mengincar posisi mereka. Yaitu, keponakan Dan-sensei, Yukihira Sakurako, si juara olimpiade matematika Goda Kyosuke, Shiramine Hayato yang ahli magic, mahasiswa Harvard yang sedang cuti Shishido Takeshi, Saburomaru Yutaka si pemilik IQ 180, dan Toya Kuniko yang belakangan bergabung. Lalu, kasus demi kasus mulai bergulir di hadapan Kyu dkk. Mulai kasus yang ringan hingga yang superberat. Hasil penyelidikan perlahan-lahan menuntun anggota Q Class pada organisasi misterius bernama Meiosei. Bertahun-tahun silam, organisasi ini telah digulung Dan-sensei. Namun belakangan, para anggota Meiosei kembali aktif. Bahkan, mereka berhasil menyelundupkan mata-mata di DDS. Fakta baru pun perlahan terkuak. Salah satunya, mengenai jati diri Ryuu sebenarnya. Benarkah ia terkait dengan Meiosei? Siapakah yang akan menjadi successor Dan-sensei? Apa sebenarnya Meiosei itu? Semua misteri itu akan terpecahkan bila kamu mengikuti serial Tantei Gakuen Q (diterbitkan Elex Media dengan titel Detective School Q). Serial ini merupakan buah karya Amagi Seimaru (naskah) dan Sato Fumiya (art). Asal tahu saja, Tantei Gakuen Q merupakan duet kedua mereka setelah Kindaichi Shonen no Jikenbo (juga diterbitkan Elex Media dengan judul Detektif Kindaichi Case File). Tantei Gakuen Q diserialisasikan dalam Weekly Shonen Magazine mulai 17 Desember 2001. Hingga tulisan ini diturunkan, sudah 17 volume tankoubon yang diterbitkan. Artwork serial ini memang kurang menonjol, bahkan cenderung "sepi". Tapi, kekurangan itu tertutupi oleh cerita yang dirangkai Amagi-sensei. Adrenalin pembaca seolah "dipermainkan". Kasus-kasus yang ditangani murid DDS sangat menarik untuk disimak. Kadang, kasus yang tampak rumit bisa diselesaikan dengan trik yang sederhana. Wow! Intrik yang dikemas Amagi-sensei bakal membuat kamu penasaran untuk terus mengikuti ceritanya. Poin plus lainnya adalah interaksi para tokoh utamanya. Sungguh menarik melihat lima remaja yang beda latar belakang, sifat, dan kemampuan saling adu analisis. Sayangnya, Tantei Gakuen Q tak diperuntukkan untuk kalangan luas. Meski tak menampilkan adegan pembunuhan brutal secara eksplisit, toh banjir darah tak terhindarkan. Tentunya, adegan semacam itu kurang sesuai untuk pembaca di bawah umur. Ironisnya, tokoh-tokoh utamanya justru remaja 11-18 tahun. Elex memberikan rating remaja untuk serial ini. Selain itu, saat menikmati Tantei Gakuen Q, dibutuhkan konsentrasi dan kejelian. Pasalnya, duet mangaka ini memberikan petunjuk secara sporadis. Bahkan, ada beberapa poin yang dibiarkan unrevealed. Misalnya, teka-teki lukisan detektif rekaan novelis populer dalam kasus Jack the Ripper. Eits, bukan berarti kisah Tantei Gakuen Q melulu serius. Amagi-sensei dan Sato-sensei menyelipkan sejumlah adegan dan dialog konyol antartokohnya. Yah, paling tidak otot di dahi yang terus mengernyit saat membaca manga ini bisa relaks sejenak. Versi anime Tantei Gakuen Q pun telah dibuat. Adalah Studio Pierrot yang menangani proses produksinya. Serial 45 episode ini mulai mengudara di layar TBS pada 15 April 2003. Onishi Masaya yang menangani desain karakternya. Sedangkan penyutradaraannya dilimpahkan pada Abe Noriyuki. Dalam versi anime ini, terdapat sejumlah perbedaan dengan manganya. Tapi, tak sampai mengganggu jalan cerita aslinya. Bila dalam versi manga adegan pembuka adalah Kyu yang dinasihati guru BP, dalam animenya Kyu sedang nonton TV dan diomeli sang ibu. Itu hanya satu contoh. Bisakah kamu temukan perbedaan lainnya? (azukatoga) Kyu (seiyuu: Ogata Megumi) Saat masih kecil, Kyu pernah diculik. Ia diselamatkan seorang detektif. Sejak saat itu, ia bercita-cita jadi detektif. Cowok 14 tahun ini lemah dalam pelajaran. Namun, daya pengamatan dan kemampuan analisisnya hebat. Tindakannya yang spontan sering membuat rekan-rekannya di Q Class geleng-geleng kepala. Minami Megumi (Meg) (seiyuu: Kuwashima Houko) Sekali melihat, Meg takkan melupakannya. Ingatan fotografis yang dimiliki cewek satu-satunya di Q Class ini sangat membantu dalam observasi TKP. Kadang ia merasa tersiksa karena kemampuannya itu. Dulu, Meg pernah berada di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemampuan Khusus. Touyama Kintarou (Kinta) (seiyuu: Ishikawa Hideo) Putra sulung inspektur polisi Touyama Kinzaburo. Dalam usia 18 tahun, Kinta sudah memegang Dan 3 karate, kendo, dan Dan 4 kendo. Selain itu, ia menguasai jurus rahasia keluarga Touyama. Instingnya tajam. Panca inderanya pun tajam. Di antara anggota Q Class, dialah yang paling berangasan. Amakusa Ryuu (seiyuu: Toochika Kouichi) Cowok 14 tahun ini lolos ujian masuk DDS dengan nilai sempurna. Bahkan, Dan-sensei pun mengakui kejeniusannya. Analisisnya tajam. Ryuu dikaruniai tampang cool dan senyum yang menawan. Latar belakang cowok pendiam ini masih misterius. Namun, Meg merasa pernah melihatnya di suatu tempat. Narusawa Kazuma (seiyuu: Kawakami Tomoko) Usianya baru 11 tahun, tapi ia sudah menciptakan berbagai software game. Komputer dan internet seperti mainan baginya. Sehingga, rekan-rekannya di Q Class mengandalkannya dalam mencari informasi. Anak konglomerat ini sering bertingkah sok dewasa. Dan Morihiko (seiyuu: Tanaka Hideyuki) Detektif legendaris yang kini membuka Dan Detective School. Semasa aktifnya, Dan adalah satu-satunya detektif di Jepang yang mengantongi izin penggunaan senjata api. Meski kini duduk di kursi roda, semangatnya dalam menguak kasus tak pernah padam. Ia selalu didampingi dua asistennya, Katagiri Shino dan Maki. sumber:dari berbagai sumber |
| < Prev | Next > |
|---|