Home arrow Review arrow Review Anime arrow AIR - TV Series
AIR - TV Series
Written by lionheart168   
Senin, 03.01.2005

ImageImage

Dari perusahaan pembuat Kanon - Key/Visual Art's - AIR TV series(5.1.2005) dan Movie(5.2.2005) segera disiarkan di awal tahun 2005. Serial anime yang diangkat dari game ini akan berjumlah 12 episode dan akan disiarkan di TBS's BS Digital Broadcast, BS-i.
Untuk mendapatkan sedikit gambaran, mari kita simak preview berikut ini...



Image

Ia menunggu
menunggu pada musim panas yang tak akan berakhir
menunggu seseorang untuk menghampirinya
bertahun-tahun lamanya...

Yukito


Aku bermimpi sedang berada di sebuah bis yang melewati daerah pegunungan. Sepertinya aku masih setengah sadar, tidak biasanya mimpi terasa begitu nyata. Sebuah mimpi dari masa lalu, tetapi mimpi ini akan lenyap begitu aku bangun. Karena aku takut mimpi ini hilang dari ingatan ketika terbangun, aku tetap memejamkan mata dan membiarkan bis membawaku. Kudengar gemuruh ombak di kejauhan.

Misuzu


Hari pertama liburan musim panas. Aku sedang dalam perjalanan ke sekolah. Matahari yang menyilaukan membuatku memicingkan mata. Aku merasa ada seseorang dibalik awan. Dia ada sana sejak dahulu kala, menunggu seseorang. Mungkin... dia adalah diriku yang lainnya.


Yukito: "Kenapa aku turun di perhentian ini?", gumamku. Kupijakkan kaki di aspal yang panas di bawah terik matahari dan berpikir, "Aku berkelana seorang diri, tanpa keperluan dan tujuan". "Apa perlu ada tujuan?" tanyaku pada diriku. Dari awal aku memang sudah tidak punya tujuan. Tetapi nyatanya aku tetap sampai di sini.


Misuzu: Tugas praktek?

Guru: Benar. Kamu akan meneliti sejarah kota kita. Kamu cari kelompok dan mulailah kerjakan. Tetapi, untuk kamu, saya tidak berkeberatan jika kamu kerja sendiri.

Misuzu: Baiklah.

Guru: Bagaimana kesehatanmu?

Misuzu: Saya baik-baik saja.


Yukito: Sekarang tiba saatnya pertunjukan boneka yang menyenangkan. Perhatikan!

    Pertunjukan boneka bertali seperti wayang?

Yukito: Betul. Tidak ada trik dibalik pertunjukan ajaib ini. Lihat baik-baik!

    Hei---bonekanya bisa bergerak sendiri!

Yukito: Bagaimana? Ajaib 'kan? Menyenangkan bukan?

    Benarkah begitu?

Yukito: Hee?

    Ini membosankan.

Yukito: Boneka yang kudapat dari ibuku ini satu-satunya temanku. Dia bergerak sesuai kemauanku dengan bebas dan tanpa beban.


Misuzu: Aku suka musim panas. Awan yang indah, angin sepoi-sepoi, aroma musim panas, aku suka semuanya. Sesuatu yang mati di dalam diriku seperti terlahir kembali setiap musim panas. Begitulah perasaanku.


Yukito: Aku akan terus berkelana, seperti bonekaku, dengan bebas - tanpa beban. Karena itu, aku tidak akan kecewa hanya karena tidak dapat melihat anak-anak di kota ini tersenyum melihat pertunjukanku. Aku bisa pergi ke kota selanjutnya. Karena bagaimanapun aku bebas. Tapi... apa benar begitu?

    "Dahulu kala, adalah seorang putri yang bersayap. Putri itu hanyalah seorang diri, tanpa ibu, tanpa ayah dan tanpa teman."

Yukito: Aku jadi ingat mimpi itu saat kupejamkan mata. Dan aku teringat kata-kata ibuku.

    "Dia masih di langit menunggumu. Sendiri dan menangis. Kami menemukan dia dan mendekatinya. Tetapi tidak satupun dari kami sanggup menolong dia."

Yukito: Bagaimana bisa aku menolong dia? Aku tidak tahu bagaimana cara menggerakkan boneka ini, atau bagaimana untuk menolong putri itu.

    Kamu mengharapkan itu terjadi.

Yukito: Aku... mengharapkan apa?

    Kamu mengharapkan ia tersenyum.

Yukito: Apa bisa aku membuatnya tersenyum...?

    Kamu bisa. Tetapi... sekiranya kamu ingin menjalani hidupmu sendiri, kamu bisa lupakan tentang dia, tinggalkan itu semua dan menjalani hidupmu.

Yukito: Meninggalkan itu semua dan menjalani hidupku sendiri, itulah yang ingin aku lakukan. Tetapi, bisa saja itulah makna dibalik perjalananku.


Misuzu: Putri dalam dongeng itu sendirian, menunggu seseorang. Di istana penuh cahaya yang dikelilingi bunga kamelia bermekaran. Selalu menunggu seseorang untuk memanggilnya. Menunggu suara seseorang untuk membawanya pergi. Sama halnya seperti aku. Aku juga menunggu... di musim panas yang tidak akan berakhir. Aku menunggu seseorang untuk membawaku. Tahun demi tahun demi tahun...


Pertemuan


Yukito: Boleh numpang tanya?

Misuzu: Iya?

Yukito: Kamu tahu tempat di mana ada orang banyak?

Misuzu: Orang banyak?

Yukito: Yupe!

Misuzu: Di pusat perbelanjaan, mungkin...

    Yukito memulai perbicangan dengan putri yang kesepian. Tetapi suatu hari, ia akan ingat semuanya, karena itulah takdirnya. Mereka berdua akan bertemu...

Misuzu: Jalan lurus, lalu belok kanan terus tempatnya persis di depanmu.
Yukito: Aku mengerti.

    Entah di mana, sang putri tersenyum. Dia baru bertemu dengan teman satu-satunya.

Misuzu: Uum... Selamat siang! ^^


Sumber:
Air - Trailer, Air TV - Prelude, http://key.visualarts.gr.jp/
 
< Prev   Next >