| AIR - TV Series |
| Written by lionheart168 | |
| Senin, 03.01.2005 | |
|
Ia menunggu Yukito Misuzu Yukito: "Kenapa aku turun di perhentian ini?", gumamku. Kupijakkan kaki di aspal yang panas di bawah terik matahari dan berpikir, "Aku berkelana seorang diri, tanpa keperluan dan tujuan". "Apa perlu ada tujuan?" tanyaku pada diriku. Dari awal aku memang sudah tidak punya tujuan. Tetapi nyatanya aku tetap sampai di sini. Misuzu: Tugas praktek? Yukito: Sekarang tiba saatnya pertunjukan boneka yang menyenangkan. Perhatikan! Misuzu: Aku suka musim panas. Awan yang indah, angin sepoi-sepoi, aroma musim panas, aku suka semuanya. Sesuatu yang mati di dalam diriku seperti terlahir kembali setiap musim panas. Begitulah perasaanku. Yukito: Aku akan terus berkelana, seperti bonekaku, dengan bebas - tanpa beban. Karena itu, aku tidak akan kecewa hanya karena tidak dapat melihat anak-anak di kota ini tersenyum melihat pertunjukanku. Aku bisa pergi ke kota selanjutnya. Karena bagaimanapun aku bebas. Tapi... apa benar begitu? "Dahulu kala, adalah seorang putri yang bersayap. Putri itu hanyalah seorang diri, tanpa ibu, tanpa ayah dan tanpa teman." Yukito: Aku jadi ingat mimpi itu saat kupejamkan mata. Dan aku teringat kata-kata ibuku. "Dia masih di langit menunggumu. Sendiri dan menangis. Kami menemukan dia dan mendekatinya. Tetapi tidak satupun dari kami sanggup menolong dia." Yukito: Bagaimana bisa aku menolong dia? Aku tidak tahu bagaimana cara menggerakkan boneka ini, atau bagaimana untuk menolong putri itu. Kamu mengharapkan itu terjadi. Yukito: Aku... mengharapkan apa? Kamu mengharapkan ia tersenyum. Yukito: Apa bisa aku membuatnya tersenyum...? Kamu bisa. Tetapi... sekiranya kamu ingin menjalani hidupmu sendiri, kamu bisa lupakan tentang dia, tinggalkan itu semua dan menjalani hidupmu. Yukito: Meninggalkan itu semua dan menjalani hidupku sendiri, itulah yang ingin aku lakukan. Tetapi, bisa saja itulah makna dibalik perjalananku. Misuzu: Putri dalam dongeng itu sendirian, menunggu seseorang. Di istana penuh cahaya yang dikelilingi bunga kamelia bermekaran. Selalu menunggu seseorang untuk memanggilnya. Menunggu suara seseorang untuk membawanya pergi. Sama halnya seperti aku. Aku juga menunggu... di musim panas yang tidak akan berakhir. Aku menunggu seseorang untuk membawaku. Tahun demi tahun demi tahun... Pertemuan Yukito memulai perbicangan dengan putri yang kesepian. Tetapi suatu hari, ia akan ingat semuanya, karena itulah takdirnya. Mereka berdua akan bertemu... Misuzu: Jalan lurus, lalu belok kanan terus tempatnya persis di depanmu. Entah di mana, sang putri tersenyum. Dia baru bertemu dengan teman satu-satunya. Misuzu: Uum... Selamat siang! ^^ Sumber: Air - Trailer, Air TV - Prelude, http://key.visualarts.gr.jp/ |
| < Prev | Next > |
|---|