Lompat ke konten


[CURHAT] Dunia Anime Akhir-Akhir Ini


  • Please log in to reply
33 replies to this topic

#1 ninja_sakti

ninja_sakti

    Tomerarenain datteba yo!!!

  • IndoAnimerz
  • PipPipPipPip
  • 409 post
  • Gender:Male
  • Location:Bandung

Post 01 Agustus 2011 - 12:14

Hi guys. Hisashiburi da ne... :yakuza:
Langsung ke topik aja ya :banzai: Buat Sensei, kalo salah sub-forum mohon dipindahkan ya.

Di tahun 1990-an akhir, waktu gw masih SD, kayaknya lagi booming-boomingnya manga+anime di Indonesia. Mungkin awalnya, nggak banyak yang tau soal dunia anime+manga ini. Namun dengan penayangan anime yang luas banget di TV Indonesia, akhirnya lahir generasi semacam gw (dan kalian yang baca ini) yang tergila-gila dengan anime atau manga.

Sukses dengan ekspansi anime+manga besar-besaran, para generasi macam kita ini -selanjutnya disebut generasi otaku- difasilitasi oleh terbitnya majalah-majalah yang khusus membahas ini. Mulai dari anime, manga, hingga akhirnya merambah ke dunia drama (baca: sinetronnya Jepang), musik pop, bahkan kebudayaan Jepang itu sendiri. Ada banyak majalah yang pada awal tahun 2000-an terbit memanjakan generasi otaku dengan informasi-informasi dunia 'Japanese pop culture' seperti yang disebut di atas. Pengetahuan generasi otaku-pun semakin bertambah. Puncaknya, ketika revolusi media gila-gilaan merangsek kehidupan generasi otaku: populernya internet. Akses mendapatkan informasi, lagu, film, anime dan manga jadi jauh... jauh lebih cihuiy dari zaman sebelumnya. Majalah anime/manga-pun satu persatu berguguran. Yang gw tau, cuma satu yang masih bertahan sampai saat ini... :yoyosuicide:

Okei. Internet menjadi bagian kehidupan yang tak terpisahkan dari generasi muda pada umumnya, dan lebih sempit lagi, generasi otaku. Gw pribadi, bener-bener masuk ke dunia internet setelah mengenal Friendster & forum kita tercinta ini, www.indoanime.net. Berbekal pengalaman baca komik semenjak pertama kali bisa baca, nonton anime semenjak punya vcd player, dan baca majalah anime/manga selama beberapa semseter (gaya), gw lenggak-lenggok di internet dengan aduhai. Bahkan gw pernah ikut gathering taun 2007 di UI, yang konon gath IA paling rame yang pernah ada di Indoanime ini. (karena ada gw) (iya, tampol aja TS-nya). :babakbelur:

Setelah itu... Karena satu dan lain hal, gw sibuk ngurusin dunia kampus (bukan kuliah) (soalnya kuliah belum lulus-lulus ampe sekarang) :yoyogerah: Dan di jeda kesibukan itu, gw masih ngikutin dunia otaku -walau hanya bagian dorama-nya saja.

Suatu hari di akhir taun 2000-an, gw memutuskan balik lagi sepenuhnya ke dunia ini... dunia otaku. Dan gw ngeliat.... eummm. Aneh. (ini dia inti dari gw bikin thread) Anime sekarang.. aneh. Manga... banyak yang bagus, tapi anehnya, begitu diadaptasi ke anime jadi kurang 'sreg'. Dorama... hell! Banyak yang aneh-aneh. Movie? Ada beberapa yang bagus, secara umum? Nggak sreg. Ada apa dengan dunia otaku sekarang?? Sesuatu yang besar telah terjadi di perindustrian pop entertainment di Jepang sana. Ketika orang Jepang membuat Death Note menjadi versi orang.... yuck. Manga sekeren itu jadi semacam film murahan. Detektif Conan? Humor nggak lucu. 20th Century Boys? Penghinaan besar terhadap Urasawa Naoki. BECK?? BECK????? BECK!!!! ARGH. Total failure. Animenya juga ancur. Meskipun musiknya oke-oke, tapi menterjemahkan sebuah cerita komedi-serius-romantis-ambisius-mantap-aduhai-alamakjang sekelas BECK, menjadi anime yang kesannya kelam dan serius kayak gitu? DAN MOVIE-NYA??? Oh. Manga BECK asli adalah karya nge-ROCK yang nyindir artis-artis nge-POP macam pemeran-pemeran di movie sampah itu! FOOOOOOOOOO!!!!! (niruin hardgay) :yoyomules:

Hell. Apa yang terjadi dengan dunia otaku kita?? Animenya? Duh... Gw rela dimaki deh. Anime sekarang NEVER... NEVER EVERR... Nggak akan pernah sebanding dengan apa yang udah dibuat industri anime Jepang di tahun-tahun terdahulu. Gw heran deh... Kemana dedengkot-dedengkot, dewa-dewa kreator, pekerja seni yang super kreatif dulu? Jeritan hati gw sama kayak jeritan hati Yamazaki di anime NHK ni Youkoso episode 2 menit ke 16:08 "Those fools in my class, they don't know anything about games!" Ya.... Mereka yang ngebuat anime, dorama dan movie di Jepang sana kayaknya nggak ngerti apa yang sebenernya lagi mereka kerjain!

Oh Mighty Japan. Dulu di 1990-an akhir kau membuat anime-anime bagus. Di 2000-an kau masih mengerjakan pekerjaan luar biasa. Tapi, kemana kau sekarang? Apakah nasibmu akan sama dengan sinetron Indonesia? Gw nulis sampe di sini dulu... Buat IA-ers sekalian, mohon jangan marah. Mental saya lemah. (batuk batuk) Tolong tinggalkan komentar yang panjang sekalian. Kita ngobrol di sini. Bukan baca dan nyampah kayak forum sebelah yang segede gajah tapi hobinya makan sampah. Regards all. Love you all. :ambilbola:

This post has been promoted to an article

#2 lucifer_kun

lucifer_kun

    ** IA Investigator **

  • Sensei
  • 4.241 post
  • Gender:Male
  • Location:Jakarta - Bekasi
  • Interests:Nonton animedan membaca manga non mainstream. :minumteh:

Post 01 Agustus 2011 - 05:27

hmmm ngomentarin nya satu2 dulu aja kali ya ??

pertama soal adaptasi...
Manga menjadi anime menjadi drama, ada sebuah rumus untuk KEBANYAKAN manga yang di adaptasi,
rumus nya adalah... Jangan pernah mengharapkan kalau hasilnya akan sebaik versi orisinalnya,
beberapa anime ada yang diadaptasi dengan baik, sehingga lebih menarik ditonton dari pada dibaca (manganya),
contoh... Gintama adalah salah satu contoh adaptasi manga terbaik,
kalo pernah nonton Ghost in the Shell itu juga salah satu adaptasi manga >> Anime yang sangat memuaskan,
di mana dia nggak ngambil cerita dari manga, tapi menjadikan manga sebagai landasan cerita dari series nya... :jempol:
untuk adaptasi manga/Anime ke Live action ini yang mengkhawatirkan,
entah kenapa hampir seluruh director/scriptwriter untuk proyek adaptasi ke live action ini banyak yang kehabisan ide,
mereka ingin keluar dari cerita manga/anime nya... It's fine, tapi malah mereka keluar jalur...
jadi terkesan "meminjam" nama manga/anime tersebut untuk membuat film yang basic nya sekilas terlihat sama,
tapi nyata2 nya berbeda...
kasih contoh lagi..
contoh paling utama adalah seperti yang disebutkan Ninja di atas, Death Note..
Death Note adalah salah satu manga shounen terbaik yang pernah saya baca... Begitu jadi live action ??
Sori sebelumnya.. ini pendapat pribadi, nggak ada maksud flamming... Sampah,
berlebihankah saya bilang begitu ??? Buat saya nggak,
yang udah baca manga nya pasti amat sangat kecewa dengan perkembangan cerita di Live action nya,
amat sangat jauh dari ekspektasi yang ada...
contoh kedua Higurashi no Naku Koro ni.... Ini salah satu anime epic yang pernah saya tonton,
live action nya sendiri mengambil arc nya yang pembukaan,
yang Keiichi nya ngebunuh Mion dan Rena.. ceritanya sih oke.. dia ngikutin persis versi anime nya,
cuman karakterisasi nya itu loh.. Pertama kali liat Rena langsung komen "Apa deh ini cewek? Lebay banget",
komentar berikutnya pas liat Keiichi ??? "Apa deh ini cowok, serasa punya harem"... :swt:
dan contoh2 lainya yang nggak mungkin saya sebut satu2..

kedua soal kualitas anime,
saya punya pendapat berbeda nih soal ini sama Nin...
Buat saya tiap season ada koq minimal satu - dua anime yang reccomended,
cuman emang seperti katanya Nin... BANYAK anime yang kurang memiliki kualitas seperti generasi sebelum tahun 2000an,
cuman ada beberapa judul pastinya yang menyita perhatian..
anime2 seperti... Code Geass yang menyita perhatian sekitar era 2007 (atau 2008 saya lupa)an,
tau anime judulnya Bokurano ??? Itu salah satu anime terbaik yang pernah saya tonton di era 2000an..
banyak koq anime2 yang bagus kualitasnya...
tentunya saya tidak merekomendasikan anime mainstream,
nggak ada anime mainstream sekarang yang bisa mengalahkan kualitas Mahou jin Guru2 di era 90an...
tapi kalo ada mainstream yang saya rekomendasikan,
coba Nin ikutin anime Gintama... :jempol:
anime mainstream keluaran sunrise bergenre action - comedy yang ditambahkan parodi2 dari anime2 yang sangat booming di Jepang,
dari anime2 keluaran Ghibli, Dragon Ball dan dari manga/anime manga jump lainya, Gundam *dasar sunrise*
dan sebagainya.. menjadikan anime ini sebagai anime terbaik tahun kemarin, dengan seiyuu nya *Sugita Tomokazu* menjadi best seiyuu juga.
sayangnya anime berkualitas seperti Gintama jarang dilirik para penggemar anime sekarang *di Indonesia ya*,
dikarenakan mereka nggak mengerti Joke2 dari anime lama yang saya sebut di atas...

jadi kesimpulanya adalah... saya nggak ngerti apa yang terjadi di jepang,
tapi di Indonesia.. anime2 keluaran era 2000an ke atas lebih diminati daripada anime2 keluaran 2000 ke bawah,
mungkin selera pasar nya sekarang seperti itu ya? :yoyobengong:
apapun yang terjadi kita para "old boys" tetap bangga akan karya2 era tahun 2000 ke bawah,
tapi jangan sampe skeptis sama genre anime,
toh banyak juga anime keluaran 2000 ke atas yang berkualitas... :jempol:

#3 g4ronk

g4ronk

    arousing soul

  • Sensei
  • 4.150 post
  • Gender:Male
  • Location:6th Mobile Division
  • Interests:IN LULZ WE TRUST!

Post 01 Agustus 2011 - 06:10

karena ini di thread anime dan saya gak terlalu *jaraaang banget* liat manga/game/anime yang dijadiin dorama jadi saya ngebahas apa yang diport jadi anime aja deh ya.

saya sih cuman bisa ngasih saran

ikutin yang mana yang lu suka daaah,

karena keduanya berbeda, kalau nanya kenapa manga dan anime kadang berbeda jauh dari segi story ya gampangnya, manga itu untuk ngedapatin cerita lengkapnya, untuk menjadi sebuah cerita yang kompleks seperti itu butuh berapa jauh, berapa lama, kalau dianimein selengkap itu, bisa-bisa semua anime bakal menjadi anime dengan episode banyak banget

perkara dana sih imho jadi masalah utama, untuk produksi anime butuh dana banyak, dan gak ada jaminan biaya produksinya bakal ketutup. saya sih gak heran kalau sekarang anime lebih fokus ke how to sell character (dan barang-barang koleksinya)ya gimana lagi, perusahaan mana sih yang mau rugi.

jangan samain studio animasi yang ngurus anime mainstream, dengan anime-anime tengah malam, beda cerita itu alur uang keluar masuknya.

ikutin mana yang lu suka, gak usah kelewat ngebandingin keduanya, keduanya anggaplah terpisah, karena saya sendiri orangnya lebih suka melihat sesuatu yang 'bergerak dan bersuara' makanya saya lebih pilih nonton anime saja.

oh btw, imo lagi, karena saya kurang ngikutin anime dulu, mungkin kenapa anime dulu terlihat lebih bagus, karena lebih banyak konten original, bukan dari media lain diangkat jadi anime,

akhir kata saya quote kata-kata ketua kelas di seitokai no ichizon deh

"Media no Chigai wo Rikai se yo!"

mengertilah perbedaan media

nanti saya tambahin lagi mungkin kalau diskusinya dah tambah rame, untuk sementara segini aja dulu ;D

#4 lucifer_kun

lucifer_kun

    ** IA Investigator **

  • Sensei
  • 4.241 post
  • Gender:Male
  • Location:Jakarta - Bekasi
  • Interests:Nonton animedan membaca manga non mainstream. :minumteh:

Post 01 Agustus 2011 - 06:54

Sasuga sensei anime... :jempol:
it's true, ikutin mana yang situ suka..

liat yang bergerak sih yang bergerak Ronk,
cuman kadang kalo misal nya kentang kan nanggung banget,
apalagi ada beberapa kejadian misal anime yang nggak sampe manga nya tamat.. :ngamuk: *balik ke dana lagi*

OOT lagi mau numpang tanya sekalian aja,
ada yang saya masih belum mengerti nih di dunia anime,
perbedaan anime mainstream dan anime tengah malam apa sih?
maksud saya... dalam hal selain rating... :yoyobengong: *maksud nya dalam alur uang dsb*

btw Ronk2 jarang liat dorama ?? *jabat tangan*
yang 2D emang lebih asoy... :mimisan:

#5 g4ronk

g4ronk

    arousing soul

  • Sensei
  • 4.150 post
  • Gender:Male
  • Location:6th Mobile Division
  • Interests:IN LULZ WE TRUST!

Post 01 Agustus 2011 - 07:31

ah kalau anime tamat dan manga belom tamat ya, masa harus nunggu manganya tamat dulu baru bisa namatin anime ^^;;

saya copas dan coba terjemahin dari blog ini ya >> zepy.momotato.com

Gambar Dipost

ini untuk anime tengah malam dulu, late night anime yang, kebanyakan anime sekarang yah jam tayangnya tengah malam gitu di jp

jadi, hampir sebagian besar dana dari sponsor bakal dipakai untuk bayar timeslot penayangan anime tersebut, sehingga dana yang diberikan ke studio animasi gak jarang kurang untuk dana yang sebenernya bakal kepakai buat ngebuat satu episode anime *bisa dilihat di chart*

karena kurangnya dana itu studio terpaksa ngecover uang yang kurang itu dengan cara, jual dvd dan jual anime, sudah mulai ngerti kan kenapa kadang di tv kualitas lebih jelek, atau banyak cahaya mengganggu dan uap, simple supaya dvdnya laku ;p

dan imo mungkin ini juga nyambung ke kenapa karakter jadi 'yang penting MOEH!' supaya otaku pada mau ngeluarin uang dari dompetnya buat beli figure dan merchandise

dan, salah satu alasan kenapa ova, oad, streaming online lebih nguntungin yah karena gak harus bayar buat beli time slot buat nayangin anime

misc. note:

- Key broadcasting stations contohnya FujiTV dan TBS yang siaran hampir ke seluruh jepang

- OVA gak butuh biaya siaran, tapi gak jarang DVD/BDnya kurang laku jadi harganya sama aja dengan BD/DVD dari anime

- Pengarang Negima, Ken Akamatsu pernah nulis di blognya, sukses gaknya Ala Alba OAD bisa berpengaruh ke industri anime,yang mungkin bisa dilihat sekarang makin banyak manga yang ada bonus OADnya di manganya

- Butuh sekitar 10,000,000 Yen untuk ngebuat 1 episode bamboo blade

- 2,000,000 yen dana yang dikeluarkan untuk ngebuat Hoshi no Koenya Makoto Shikai, karena cuman one man job, tapi total penjualannya mencapai 800,000,000 yen.

- Dana per episode Escaflowne, 30,000,000 Yen

- 10,000 DVD kejual sudah merupakan sukses besar

- Kebanyakan anime bukanlah mainstream

- Animasi US butuh dana lebih besar lagi dari standar anime jepang

ah, dan dulu rasanya pernah ada artikel di blog blog orang soal, bagaimana animator kadang digaji pas-pasan padahal udah kerja habis-habisan, yah kayaknya salah satu penyebabnya yah uang yang berputar diatas

seiyuu juga sekarang kebanyakan yang dipakai adalah satu, yang emang sudah populer, dua, yang biayanya murah.

untuk prime time anime sebenernya saya juga masih kurang ngerti, tapi intinya, adalah untuk prime time anime (anime mainstream), studio animasi gak usah ribet mikirin dana untuk beli time slot, siaran dan promosi, mereka cukup nutup sedikit dana untuk produksi anime aja. sponsor bayar dalam bentuk penayangan iklan, dan kalau prime time, banyak perusahaan yang beriklan dan bukan perusahaan yang berhubungan dengan anime saja

maaf, kalau jadi kelewat financial minded, saya ngerti kok perasaan kecewa mending gak usah dibikin animenya terutama (bagi saya) kalau anime yang diangkat dari galge, tapi ya gimana lagi, studio anime juga orang-orangnya pada butuh makan pasti :))

#6 ninja_sakti

ninja_sakti

    Tomerarenain datteba yo!!!

  • IndoAnimerz
  • PipPipPipPip
  • 409 post
  • Gender:Male
  • Location:Bandung

Post 01 Agustus 2011 - 06:20

No.. No.. No.... Bukan financial minded. It's reality.
Mungkin emang bener, secara ekonomis pembuatan anime jaman sekarang lebih ke arah penjualan merchandise-nya. Oleh perusahaan industri entertainment di Jepang sana, studio-studio anime dipaksa bikin anime yang bisa menjual merchandise (berteori ngasal gini kan), sehingga anime kayak pokemon, atau keroro yang awal-awalnya bagus makin kesini makin gak jelas ceritanya. It's not about THE ART of anime, it's about SELLING THINGS, eksploitasi barang-barang memorable dari anime-anime tersebut.

Sori ilmu anime gw gak sedalem Garonk. :ygbenarsaja:

Masih inget di ingatan gw anime mainstream ataupun tidak (mainstream teh naon sih?) *tampol* macam Evangelion, Cowboy Bebop, FLCL, Abenobashi Mahou Shotengai, Honey & Clover, anime-anime di taun 90-an atau 2000-an yang ciamik aduhai...

Bang Luci, thanks rekomendasinya, ane coba cari deh Gintama. Belum pernah nonton juga :yoyoganbate:

#7 g4ronk

g4ronk

    arousing soul

  • Sensei
  • 4.150 post
  • Gender:Male
  • Location:6th Mobile Division
  • Interests:IN LULZ WE TRUST!

Post 01 Agustus 2011 - 08:05

ngikutin selera pasar juga sih, otaku sekarang maunya yang kaya gitu, kalau saya sih no complain dah selama bisa menikmati, tonton yang disuka aja :))

ada satu sih contoh studio yang coba gak ngeliat pasar
dan ngeluarin judul yang menurut saya bagus ditonton tapi gak bakal laku-laku amat, yah hasilnya

Tanggal - Nilai Saham - Judul anime produksinya

2006/01/16 – 635,000 – Giniro no kami no Agito
2006/04/04 – 456,000 – Witchblade, Glass Fleet
2006/07/03 – 365,000 – Brave Story, NHK ni youkoso!
2006/10/23 – 179,000 – Pumpkin Scissors, Red Garden
2007/01/22 – 122,000 – Afro Samurai, Getsumentoheiki Mina
2007/03/26 – *85,800 – KG movie, R x J, Seto, Stigma, Bokurano
2007/10/11 – *74,000 – Dragonaut
2008/01/09 – *53,800 – Rosario to vampire
2008/03/25 – *44,550 – Tower of Druaga, Blassreiter, S.A
2008/07/01 – *23,300 – Strike Witches
2008/07/22 – *17,300
2008/07/29 – *15,140
2008/08/19 – **6,800
2008/10/10 – **4,990 – Linebarrel
2009/05/29 – **2,470 – Saki, Shangri-la
2009/06/07 – **1,630
2009/07/29 – ***,630 – Delisted from Tokyo Stock Exchange

dan nama studionya adalah GONZO

meski tahun ini mereka bakal mulai produksi anime baru lagi sih, mari kita lihat aja.

#8 lucifer_kun

lucifer_kun

    ** IA Investigator **

  • Sensei
  • 4.241 post
  • Gender:Male
  • Location:Jakarta - Bekasi
  • Interests:Nonton animedan membaca manga non mainstream. :minumteh:

Post 01 Agustus 2011 - 11:28

GONZO ya ?? Itu yang tanda bintang maksudnya apa Ronk ??? :yoyobengong:
anime2 keluaran GONZO emang menarik sih buat diliat,
cuman nggak sangka aja kok bisa sampe segitu nggak lakunya ya ??? :makjang:
tapi seperti katanya Ronkie,
soal Art of Anime, ada beberapa anime yang nggak kalah bagus koq di era 2000an ke atas,
sekarang sih masalah selera aja...
satu saran saya buat semua penikmat anime di manapun atau apapun genre nya..
Anda hanya bisa menjudge kualitas suatu anime bila anda sudah menontonya sampai tamat,
jangan pernah menjudge suatu anime itu jelek sebelum anda menontonya... :jempol:

#9 ifan

ifan

    -= IA Yakuza =-

  • Admin
  • 978 post

Post 02 Agustus 2011 - 03:41

bahasannya menarik nih..
gw PIN yah topiknya sekaligus promote ke artikel

gw belom bisa kasih komentar banyak... ***lagi sahur***


hehehehe

#10 Tsuzuki

Tsuzuki

    Yattaaa!!!

  • Sensei
  • 1.472 post
  • Gender:Male

Post 02 Agustus 2011 - 03:04

My friend Ninja_sakti, setelah baca postingan Anda di atas saya malah jadi bingung, maksudnya ini apa :bingung:
Ente ngeluh soal anime otaku? atau soal studio nya? atau anime nya? Dari contoh-contoh yg ente kasih yg saya tangkap adalah anime yg diangkat dari media lain seperti manga (bahasannya jadi dipersempit ruang lingkup nya nih), sampe di sini tolong perbaiki saya bila ada yg salah :)
Jadi, yg Anda masalahkan apakah (atau salah satunya) originalitas dari anime itu sendiri? Dan anime yg diangkat dari media lain itu selalu gak selera buat ente? Kalo ini gw gak bisa tentuin, mungkin selera kita semua belum tentu sama.

Begini deh, gw juga jadi ikutan curhat. Gw punya osananajimi (anak tetangga), yg lebih dari 25 tahun lalu pertama kali kenal dan nonton anime. Anime yg kita tonton pertama kali adalah Voltus V. Dan kami sangat menyukainya. Karena Voltus V adalah 'cinta pertama' kami, selera kami gak jauh dari super robot yg bergenre shounen. Setelah itu kita nyewa (saat itu anime disewa dlm bentuk vhs) God Sigma, Koutetsu Jeeg, Getter Robo, Combattler V, dan...lupa lagi. Dan saat masuk SMP, kita pisah, gw pindah rumah ke kota lain...sampe sekarang.

Dan beberapa saat lalu kita ketemuan lagi dan dia nanya ke gw, apa masih nonton film kartun jepang (dia gak tau istilah 'anime')? Gw jawab masih. Dia pengen reuni mengenang masa lalu dgn nonton anime genre super robot. Dan anime yg pertama gw copy ke hdd nya adalah Shinseiki Evangelion (ente pasti agree kan, Ninja_sakti?). Dan setelah nonton, gw dapet komentar dia yg mengejutkan "Gw gak berasa nonton film robot, melainkan nonton segolongan orang egois dan tolol yg tinggal dlm satu lingkungan di mana yg satu cari perhatian, dan satu lagi dengan enaknya meng-abuse privilage nya demi kepuasan batinnya. Terlalu twist plot dan characternya. Mana jagoan, mana musuh dewek mah teu ngarti." (no offense buat fans EVA). Dan gw sadari kalo yg nonton EVA itu bukan diri osananajimi yg sekarang, tapi osananajimi gw 25 tahun lalu yg nge-fans sama Voltus V, Combattler V, dan sejenisnya. Ampir aja dia gw kasih Star Driver (kalo dia mau, gw tinggal kontek babeh atau selip atau kucing garong meong). Entah apa reaksinya entar ketika dia lihat si jagoannya meneriakkan 'Ginga Bishounen!' :huahaha2:

So, my friend. Kalo ente memandang anime sekarang dengan standar anime jaman ente, nasehat gw adalah: ente mampu nerima, tontonlah yg ente suka dan minat. kalo gak nerima, kembalilah ke jalan yg 'benar', tinggalkan 2D, get a life. Orang2 old otaku kyk kita-kita kalo gak jadi sepuh di mata otaku lainnya, palingan jadi flamer dan troller di media2 ngumpul para otaku...kalo dia gagal menerima dan nyerap anime-anime yg beredar sekarang. No offens, but pls see the fact. Faktanya sebagian udah diposting sama Garonk dan den Lucy.

Gw sadarin, my friend. Dunia anime itu berkembang dan gak statis. Selamanya anime-anime yg beredar itu bukan seperti genre shounen super robot seperti 25 tahun ke atas yg lalu. Selalu ada ide-ide baru, bagus enggaknya ide itu kita-kita lah para penontonnya yg nilai. Dari genre, studio, seiyuu, istilah, dan sebagainya. Kalo menurut ente Megumi Hayashibara itu seiyuu nomer wahid, gw sebagai fans Ayanami setuju! Tapi jangan kesampingkan Aya Hisakawa, Kikoku Inoue atau Kotono Mitsuishi! Tapi yg bener2 legenda menurut gw adalah Mika Doi dan Tomoko Kawakami alm! Satu lagi... jangan anggap remeh Rie Kugimiya, Kana Hanazawa dan Aki Toyosaki! :lollol:

Dan, media-media yg selalu dijadikan bahan saduran ke versi anime sekarang gak hanya dari manga. Sekarang banyak yg diangkat dari game, novel, bahkan dari game yg rating nya 'R+18' pun ada. Dan gak semuanya itu jelek menurut saya. Malah manga Hagane no Renkinjutsushi (Fullmetal Alchemist), adalah anime adaptasi terbaik menurut gw. Dibikin 2 versi dan dua-duanya nggak gagal! Dan anime Fate/stay Night pun banyak yg suka (kalo dibilang jelek ati-ati ntar dibabat sama fans typemoon, Lucifer-kun :ihihihi: ), padahal diangkat dari game R+18. Bahkan novel serial To Aru Majutsu no Index yg sekarang jadi no.1 nya di Jepang, serial adaptasi anime nya masih banyak yg nunggu kelanjutannya (gw nunggu Touma vs Accelerator ronde 2 :yakuza: )

Oh ya...satu lagi yg ampir lupa. Gw mau nanya, apa alesan ente nonton anime?
Apa lagi ya? Udah dulu ah, liat dulu perkembangannya ini thread. salam :minumteh:
Tsuzuki, use to be an otaku

#11 g4ronk

g4ronk

    arousing soul

  • Sensei
  • 4.150 post
  • Gender:Male
  • Location:6th Mobile Division
  • Interests:IN LULZ WE TRUST!

Post 02 Agustus 2011 - 04:48

gak usah jauh-jauh lah kau kasih star driver ju, lu kasih shin koutetsu jeeg sama dancougar nova aja gw jamin nganga itu mulut temen lu, sambil berkata "waddehel is dis!?"

kalau mau lihat dunia otaku jepang sekarang dah jadi kayak apa, mungkin bisa baca blog ini dan liat itu pv lagu yang bisa ngasih gambaran, akiba, tanah suci para otaku yang sekarang

http://ikemasenojous...putar-saat.html

dan ngutip kata-kata dari blog itu juga

"Bahwa anime-anime dengan fanservice, SUSU dan celana dalamlah yang bisa menghasilkan cukup duit untuk membayari produksi anime lainnya yang lebih bermoral."

#12 khymaera

khymaera

    Tomerarenain datteba yo!!!

  • IndoAnimerz
  • PipPipPipPip
  • 139 post
  • Gender:Male
  • Location:Bandung

Post 02 Agustus 2011 - 05:32

Thanks buat g4ronk atas info-nya, saya selalu pengen tahu lebih banyak tentang aspek bisnis dan finansial dari anime karena kaya-nya jarang banget dibahas.
Konsep mixed media marketing sendiri bukan hal yang unik buat anime, meskipun akhir-akhir sepertinya makin kentara dan jadi standar.

Buat saya yang menarik dari anime dan manga sebenarnya adalah genre dan tema yang begitu beragam.

Selebihnya saya setuju dengan g4ronk dan Tsuzuki. Follow your bliss and have fun.

#13 warsong

warsong

    Second Last

  • Sensei
  • 3.848 post
  • Gender:Male
  • Location:イーストゼネティックス学部

Post 03 Agustus 2011 - 08:34

@luci:itu nilai saham, semakin tinggi saham u bearti dianggap prestasi perushaan u bagus, kyk skrg Gudang garam nilai sahamnya rp 50.000,- sedang perusahaan yg lain ada niianya rp 3000,-

memang harus kita akui dan sadari, anime manga dorama itu semuanya bisnis. bisnis yg tidak laku akan susah untuk kelanjutannya. produsen chara designer, bahkan seiyuu pun butuh uang untuk hidup, dan memang harus kita sadari skrg menjual fanservice lebih mudah daripada menjual cerita. bukit nyata: seikon no qwaser bahkan ada sesaon 2.(dan mengikuti jaman, trap makin diakui sebagai salah satu genre)

jujur aja uda 2 taon gw nuggu "sad touching drama" yg bkn diadaptasi dari "Key" sampe skrg nihil, semua menjual yg namanya "fanservice" & "filler" dan lucu gw sendiri akhirnya terbiasa dan mengikuti nya :makjang:

anime<->manga<->dorama<->anime. mengikuti kata ronk and tcuzu. ikutin aja kesukaan u.

#14 lucifer_kun

lucifer_kun

    ** IA Investigator **

  • Sensei
  • 4.241 post
  • Gender:Male
  • Location:Jakarta - Bekasi
  • Interests:Nonton animedan membaca manga non mainstream. :minumteh:

Post 03 Agustus 2011 - 11:14

Kutip

gak usah jauh-jauh lah kau kasih star driver ju, lu kasih shin koutetsu jeeg sama dancougar nova aja gw jamin nganga itu mulut temen lu, sambil berkata "waddehel is dis!?"
jadi keingetan sama topik panas di awal 2000an tentang Gundam SEED,
di mana waktu itu para Oldboys yang ngikutin Gundam2 UC (Universal Century) mengeluhkan konsep Gundam Seed,
yang dari segi Background dan Desain nya mengikuti Gundam 0079 dan Seed Destiny ngikutin Zeta Gundam,
kalo penggambaranya kayak gini sih berpikir positif aja,
walaupun Dancougar Nova sama - sama bawa nama Dancougar, cuman tetep aja itu dua seri yang berbeda kan?
It's true fans beratnya pasti kecewa karena membawa nama "Dancougar",
saya pernah merasakan kekecewaan yang sama saat ngeliat Shin Getter Robo atau Mazinkaiser SKL,
pertama kali liat Shin Getter yang main chara nya bukan Ryouma, saya langsung komen,
ahh kurang Gagah ah kalo bukan suaranya Akira Kamiya...
Atau Mazinkaiser SKL yang notabene saya jauh lebih suka Mazinkaiser versi Kabuto Kouji,
kenapa ?? Karena seri2 yang pendahulunya sudah meninggalkan kesan mendalam terhadap para fans nya,
sehingga kalau ada perubahan di main chara nya, fans beratnya pasti berkomentar seperti katanya Ronkie "WTH"...
Atau bahkan serial Gundam yang memang saya bisa bilang (menurut saya),
nggak ada UC yang lebih epic dari 0079 - 0093 (Unicorn buat saya ceritanya nggak terlalu penting, even tetep saya tonton XP),
semua konfliknya benar - benar epic...
Tapi sekarang kita balik aja, liat dari sudut pandang positifnya,
semua seri di atas yang membawa judul yang sama, tetep aja sebuah karya yang berbeda...
Dan masing - masing punya kelebihanya masing - masing.. *even ada beberapa karya gagal seperti Gundam Seed Destiny*
contoh... Shin Getter Robo dan Mazinkaiser SKL,
walaupun kita nggak mendengarkan lagi "SHINING SPARKKKK!!!" versi Ryouma, atau "Burning Fire" nya Kouji,
tetep kok di seri - seri yang baru memiliki kelebihan tersendiri,
dan dengan target pasar penikmat anime sekarang tentunya,
mengingat banyaknya sekarang yang lebih suka Shin Getter nya Gou atau Mazinkaiser SKL,
dibandingkan yang versi lama... Bukankah semua orang punya hak untuk menentukan pilihan?
begitu juga soal Gundam, stop lah menjelek2an Gundam2 non UC, saya fans UC juga kok,
tapi saya nggak bilang kalau Gundam 00 atau Gundam Seed itu jelek (selain Seed Destiny tentunya),
jangan hanya melihat sekilas aja dari segi desain karakter yang bishie2 (kata mereka, kata saya sih nggak) aja,
terus ngejudge... "Ini mah buat cewek doang".. It's true Sunrise pengen ngejaring fans cewek,
cuman bukan berarti Gundam ini hanya bisa dinikmati fans cewek.. saya menikmatinya kok...
masing - masing seri (UC atau non UC) punya kelebihan dan kekuranganya masing2... :jempol:
Seperti kata saya sebelumnya, jangan men judge suatu anime itu jelek sebelum anda menontonya...

*kok saya malah curcol soal Gundam?*

Kutip

jujur aja uda 2 taon gw nuggu "sad touching drama" yg bkn diadaptasi dari "Key" sampe skrg nihil, semua menjual yg namanya "fanservice" & "filler" dan lucu gw sendiri akhirnya terbiasa dan mengikuti nya

Jangankan ente song, aye juga terperangkap pusaran ini,
padahal nungguin anime yang diangkat dari VN dengan ending nan suram dan cerita berbobot,
at least ending nggak perlu suram deh, tapi cerita berbobot kayak Moonlight Cradle... :jempol:
cuman yang keluar yang yang ringan2, dan endingnya sendiri nggak jelas, ngegantung gitu aja,
dan hebatnya saya ngikutin anime tersebut sampe tamat... :orz:

Kutip

Oh ya...satu lagi yg ampir lupa. Gw mau nanya, apa alesan ente nonton anime?

jawabanya simpel Kang, karena saya suka nonton anime,
kalo saya nggak suka ya nggak saya tonton lah,
walaupun buat saya anime hanyalah salah satu dari sekian banyak tontonan saya...
kalo diibaratkan musik, pertanyaan ini sama kayak "kenapa kamu suka musik rock?",
saya akan menjawabnya dengan karena saya suka lagu ini, bukan genre nya,
saya akan mendengarkan genre apapun yang penting lagunya enak...
balik lagi ke pertanyaan... kenapa suka nonton anime?
Karena saya suka dengan judul yang ini, bukan anime nya secara keseluruhan,
saya akan menonton apapun itu asalkan hal itu menarik buat saya...
*perumpamaan paling simpel adalah, mau dipaksa kayak apa juga saya nggak akan mau nonton anime Bobobo,
walaupun Bobobo itu termasuk anime kan? :orz:*

terakhir soal adaptasi,
seperti katanya Kang Juki, banyak kok adaptasi yang kualitasnya bagus,
Fall nanti bakalan ditayangkan anime Fate : Zero yang diangkat dari novel yang sama karya nya TypeMoon,
yang kita belum tahu hasilnya bakalan memuaskan atau nggak...
Kesimpulanya adalah... Adaptasi nggak semuanya jelek,
ada yang jelek ada yang bagus,
tapi even menurut kita jelek.. Tetep aja ada fans nya tersendiri kan ??
Sebagai contoh... Kara no Kyoukai buat saya hasil adaptasi ke OVA nya kurang bagus,
karena ceritanya mulai OVA 4 udah sangat sangat melenceng dari Novelnya,
di mana seharusnya Kara no Kyoukai secara tidak langsung memiliki koneksi dengan Tsukihime/Melty Blood,
cuman tetep aja banyak fans nya kan? Yang menganggap kurang bagus cuman yang udah baca novel nya kok...
atau Break Blade (Broken Blade) yang buat yang sudah baca manganya,
dibilang versi OVA nya juga kurang memuaskan,
cuman saya pribadi cukup puas kok... walaupun dalam hati masih menginginkan sekuelnya... :orz:
mau contoh lebih ekstrim? Tau Movie nya Death Note kan?
Karya yang menurut saya *maaf* tidak layak ditonton...
Tapi Fans nya banyak banget loh.... Jadi ya anggap aja itu adalah karya yang berbeda....

well segitu aja dulu, maaf bila ada kata2 saya yang kurang enak didengar...
ataupun ada komentar saya yang melenceng dari topik... :ampun:

#15 Rivanne

Rivanne

    Yattaaa!!!

  • IndoAnimerz
  • PipPipPipPipPipPip
  • 1.280 post
  • Gender:Male
  • Location:Castle of Nowhere Return
  • Interests:Anime, manga, game, making miniature, dancing Para2, writing story

Post 05 Agustus 2011 - 01:49

Yah, saya jg pernah memikirkan masalah yg kurang lebih seperti ini sih, terutama tahun lalu yg menurut sy hampir tidak ada anime yg bagus sepanjang tahun. Memang harus diakui, anime2 sekarang lebih melihat 'Market'. Bahkan seorang Hayao Miyazaki juga sampai mengeluh, kalau anime2 modern mulai kehilangan 'roh'-nya. Tapi saya mengutip kata Abang Luci aja deh, pasti masih ada anime2 bagus yg keluar. Dan saya tetap suka anime, dan akan tetap menanti anime2 dgn cerita yg bagus, bukan hanya sekedar menjual karakter seksi, moe, dll saja (no offense, saya jg suka dgn hal2 tsb, tp sy tetap lbh memilih anime dari cerita). Saya tetap percaya, kalau anime dengan titik berat di cerita, pasti masih akan keluar.

Dan kenyataannya memang masih ada. Contohnya Steins's Gate, Phantom ~ Requiem.

#16 aoi_azzura

aoi_azzura

    Tomerarenain datteba yo!!!

  • IndoAnimerz
  • PipPipPipPip
  • 222 post

Post 05 Agustus 2011 - 09:51

Ah masak sih?
Anime jaman sekarang gak ada yang bagus?
Ada kalee....
Bahkan kalau melihat perkembangan dan kemajuan CG jaman sekarang, hasil dan kualitas anime jaman sekarang lebih bagus lho.
Okelah sekarang banyak anime busuk fanservice only no story.
Tapi jangan-jangan cuma karena anda nggak nonton anime berkualitas macam Angel Beats gitu?

Hipotesis saya:
Jumlah anime yang tayang dari waktu ke waktu per seasonnya makin banyak. Jadi ya, makin banyak anime jelek yang bakal kita tonton. Tapi juga berarti makin banyak anime bagus.

#17 Rivanne

Rivanne

    Yattaaa!!!

  • IndoAnimerz
  • PipPipPipPipPipPip
  • 1.280 post
  • Gender:Male
  • Location:Castle of Nowhere Return
  • Interests:Anime, manga, game, making miniature, dancing Para2, writing story

Post 05 Agustus 2011 - 12:57

Hmm... sekalian nambahin deh, utk tahun lalu (Yg bagi sy merupakan tahun plg mengecewakan dgn perkembangan anime), kecuali kalau mau dihitung dgn Full Metal Alchemist, menurut sy anime yg terbaik a/l : Ookamikakushi, Angel Beats, dan Shiki. Untungnya tahun ini sepertinya lbh banyak sih. Jd jgn kecewa dulu, dicoba lagi saja utk dilihat2, anime2 baru apa saja yg kira2 memiliki cerita bagus ;)

#18 Tsuzuki

Tsuzuki

    Yattaaa!!!

  • Sensei
  • 1.472 post
  • Gender:Male

Post 05 Agustus 2011 - 01:48

Kutip

gak usah jauh-jauh lah kau kasih star driver ju, lu kasih shin koutetsu jeeg sama dancougar nova aja gw jamin nganga itu mulut temen lu, sambil berkata "waddehel is dis!?"

Tepat seperti yg ente deskripsikan. Selain EVA, gw kasih Shin Getter Robo, Reideen 2007 dan Shin Koutetsu Jeeg. Selain kalimat 'Opo iki?' komen lainnya adalah 'Koq jadi gini?' kebeetulan orangnya udah pernah nonton versi original jadul nya dulu kala :lollol:
Dari awal udah gw jelasin kalo makin sekarang dunia per 'mecha' an berkembang pesat. Dari dulu juga udah kebagi dari super robot dan real robot (belive or not, dari dia gw baru tau kalo kita dulu pernah nonton MS Gundam bareng, cuma waktu itu gw gak suka ceritanya, jadi gw lupain). Tapi so far kebanyakan suka kalo keterlibatan CG makin banyak dalam per 'mecha' an. Terutama yg anime Reideen 2007, kesannya realistik dan waah... (siapa yg meragukan CG hasil dari Production IG?)

Kutip

padahal nungguin anime yang diangkat dari VN dengan ending nan suram dan cerita berbobot, at least ending nggak perlu suram deh, tapi cerita berbobot kayak Moonlight Cradle
Moonlight Craddle adalah salah satu alasan utama kenapa saya pengen maenin visual novel. Lagian saya dari dulu penasaran sama heroine Estel Freesia, sayangnya......:cuih:

So, kepada TS. Saya gak akan bosen nyaranin, kalo kembali ke jalan otaku, pilih lah anime yg ente suka, entah dari cerita, genre, atau apa lah. Kalo ente masih penasaran atas originalitas anime nya, kenapa enggak cek aja ke versi sebelomnya. Artinya ente mesti tau versi manga nya. Kalo dari novel serial, ente harus baca juga secara tuntas, atau cari info nya (googling aja dah), atau maenin versi game nya, entah itu R+18. Biar ente faham versi asal dan versi adaptasi anime nya. Kalo ente lakuin juga, dijamin ente balik lagi jadi otaku, mungkin lebih freak lagi kadarnya...kidding bray :lollol:

#19 g4ronk

g4ronk

    arousing soul

  • Sensei
  • 4.150 post
  • Gender:Male
  • Location:6th Mobile Division
  • Interests:IN LULZ WE TRUST!

Post 05 Agustus 2011 - 03:48

angel beats yah, kalau menurut saya sih angel beats itu contoh dimana sebaiknya jun maeda jangan megang anime yang cuman 13 episode ^^;;

moonlight craddle,... berarti yoakemae yah... salah satu yang bikin gw trauma nonton anime yang diangkat dari galge dan mending maen gamenya aja yah benernya itu

Gambar Dipost

QUALITY!

*dan abis itu saya lebih milih maen galge aja selama ada translatenya*
*in b4 saya masih ngarep sharin no kuni sama g senjou no maou ada animenya*

#20 warsong

warsong

    Second Last

  • Sensei
  • 3.848 post
  • Gender:Male
  • Location:イーストゼネティックス学部

Post 05 Agustus 2011 - 10:43

lol anime inconsistency terjadi juga pada Anime dancugar couga episode 7, kecewa abiz bener2 gw kira bakal membangkitkan kembali great robo ternyata :makjang:

yah nonton anime di coba2 aja, ada yg suka terusin ga suka tinggal, seperti gw yoake ga nonton sama sekali.

@aoi: yah efek anime jaman sekarang makin bagus CG nya warna dan tentu saja bishoujonya dgn detil hingga pada "pantsu" tp saya kembalikan ke anda. apakah gambar yg kita yg nonton? jujur aja tanpa suara pun bisa dimengerti dgn mudah untuk anime2 yg menjual fanservice.
@luci: galge itu byk yg berat loh, artinya berat di kanji nya :keciandehgue: berat di donwloadnya :orz: tp gw akui u bakal puas, seperti gw maen utawarerumono ato koihime musou (modal suara chara aja minimal garis besar bisa dapet,




0 user(s) are reading this topic

0 anggota, 0 tamu, 0 pengguna anonimus