Home arrow Artikel arrow Love Captor Sakura 2
Love Captor Sakura 2
Selasa, 12.04.2005
ImageSekuel cerita Love Captor Sakura kini telah hadir.....

Love Captor Sakura
Card 2: Tembang Cinta di Keheningan Malam
oleh bintang_GTO

“Perasaanku tak enak. Hawa jahat menyelimutimu. Sepertinya sebentar lagi, kamu bakal dimarahi,” Suara bergetar ini[maklum belum makan..] mengejutkan Kuga cs saat bersiap-siap meninggalkan tempat itu untuk mengejar Bintang dan Sakura. “Waaaah, lagi-lagi kamu, Biksu Ipic. Bisa nggak kamu nggak ngikuti saya barang sehari saja. Tiap ketemu, omonganmu pasti itu-itu aja,” maki Kuga pada sosok biksu berkepala gundul yang tiba-tiba muncul di depan Kuga. Biksu super cuek ini memang sering datang mengingatkan Kuga akan bahaya tetapi selalu pada saat sudah tak bisa dihindari lagi. “Amitabaaaa..” jawab Biksu Ipic sambil memejamkan mata. Tuiiinggg… tubuh Biksu Ipic yang misterius ini hilang dari pandangan mata. “Hoooiii… kaliaann … ngapain bakar sampah malam-malam gini? Mau bakar kampung ini ya? Waahh, tak sunat kamuuu semua..!!” teriak seseorang berambut kribo mirip Ahmad Albar waktu ABG. “Waah, celakaaa… itu Tino..!! Preman pasar yang sekarang jadi RT di gang ini,” seru P Chan. “Iiiiiyaaa.. ii..iya.. ampun, bang Tino, maaf… bentar,e..ee.. ka.. kami padamkan kok. Suer deh,” kata Jeff tergagap. Masih dengan kostum Gaban bercelana hawai warna pink. “Huh, sialan, Bintang… bikin reputasi geng kita turun 15 persen di mata ketua RT,” omel Keiko sambil ngangkat ember berisi air buat madamkan api unggun buatan Bintang tadi. Mereka pun bekerja bakti memadamkan api.

***

“Sakura, sekarang bukalah matamu..” bisik lembut Bintang di telinga Sakura. Saat menyelamatkannya dari kepungan Kuga cs, Sakura diminta Bintang untuk memejamkan mata sepanjang pelarian. Sakura yang dibopong oleh Bintang menuruti saja. Ia benar-benar mempercayai keselamatannya pada lelaki tampan ini. Perlahan, Sakura pun membuka matanya. Samar-samar yang dilihatnya adalah langit malam yang dipenuhi bintang-bintang kecil yang indah. “Haaaaaaahhhh ….!!!” Sakura terkesiap bukan kepalang saat melihat ke bawah. “Bintaaaaangg..!!! Apa-apaan ini? Kok kita berada di atas atap? Waduh, bagaimana turunnya nanti?” protes Sakura dengan mata melotot. “Jangan teriak kencang-kencang gitu, nggak baik… ini udah jam 9 malam. Mengganggu tetangga, tau..” ujar Bintang sambil membuka jubahnya. Lelaki tampan ini menghamparkan jubahnya ke atap, menjadikannya alas. Bintang pun merebahkan diri di atasnya. “Rileks, Sakura … sekarang kita berada di atas atap Gedung Sate kok,” ujarnya dengan santai sambil meletakkan kacamata hitamnya di jidat.
“Haaaahhh??? Gedung Sateee??? Ya.. ampun, mimpi apa aku semalam kok bisa-bisanya aku nangkring malam ini di atap Gedung Sate.!” Sakura benar-benar shock lalu pelan-pelan sambil jongkok, ia pun menegok kanan-kiri.

“Heii… Bintaaaanggg … gimana turunnya nih?? Heiiii … kamu dengar nggak sih?” Sakura benar-benar ketakutan melihat ketinggian atap. “Hehehehee, Sakura… tenanglah … tadi kita lewat tangga di depanmu kok. Tuh sana, tangga aluminium yang panjang.” jawab Bintang dengan santainya. “Heran deh, kok bisa-bisanya ada tangga dari bawah sampe ke atap kayak gini sih?” sakura benar-benar tak habis piker dibuatnya. “Sebenarnya ini tangga para kru film. Sore tadi ada syuting disini. Karena ada adegan hujan salju di depan gedung sate, maka kru yg tugasnya menghamburin salju mesti ada di atap gedung.” jelas Bintang sambil mengunyah permen karet. “Syuting? Kru film? Lho, memangnya kamu bintang film ya?” Sakura makin bingung. “Hahahahaa, bukan saya. Tapi om saya, Rano Karno. Rencananya sih dia mau bikin film di sini, di Kota Bandung ini,” urai Bintang tetap dengan gaya santainya. Perlahan Sakura mencoba tenang. Ia pun memberanikan diri rebah di sebelah Bintang, di atas alas jubah lelaki keren ini. Keduanya menikmati udara yang begitu sejuknya sambil mengamati bintang-bintang kecil di langit malam. “Gedung Sate ini terdiri dari 4 lantai. Tempat ini sering digunakan pagelaran musik Sunda ketika kunjungan atau upacara resmi berlangsung. Sakura, lihatlah di puncak, sebelahmu itu ada 6 ornamen sate. Itu melambangkan 6 juta gulden. Jumlah biaya yang digunakan saat membangun gedung ini.” terang Bintang. Selepas memandang ornamen sate, Sakura memandangi Bintang lekat-lekat. Gadis ini mulai kagum pada ketenangan lelaki ini.

“Maaf, Sakura … bolehkah saya tahu, mengapa Sakura sampai dikepung oleh orang-orang tadi?” tanya Bintang. “Mmmm … mmm … sebenarnya… saya adalah seorang aktris. Mereka itu adalah penggemar saya,” jawab Sakura. “Haaahh?? Waduuuh, berarti saya salah ya? Melarikanmu dari fans?” Bintang ternganga lebar sampai mulutnya yang menganga itu mencapai dada. “Ih, nggak dong Bintang. Justru saya berterimakasih udah diselamatkan dari mereka. Tingkah laku fans aneh-aneh. Mereka sebenarnya mau minta tanda tangan. Ada yg minta di jidat kayak Vie, ada yang minta tanda tangan di gigi, kayak Kuga, di sol sepatu kayak Keiko. Sakura kan ngeri. Kayak P chan, masak minta tanda tangan di pemukul kasti. Sakura kan takut, siapa tau dia malah mau pentungin Sakura,” ujar Sakura. “Lho? Kok gitu?” Bintang menganga lebih lebar lagi. Kali ini udah sampe ke udel. “Sejak saya menjadi aktris, kehidupan bebas yang dulu saya nikmati perlahan mulai tak ada lagi. Semua gerak-gerik saya benar-benar dibatasi oleh jadwal. Di sisi lain, kehidupan selebriti adalah impian saya sejak kecil. Tapi di sisi lain, saya tertekan. Saya rindu pada kehidupan saya yang dulu. Yang penuh dengan kebebasan,” Tanpa terasa airmata Sakura berlinang. “Bangunlah, Sakura,” Gadis cantik ini tertegun saat melihat Bintang telah berdiri dan memegang tangan kanannya. Perlahan Sakura berdiri. Bintang lalu membimbingnya ke tepi atap. Di bawah terlihat jelas lalulintas yang masih ramai. “A…aa..a.. apa maksudmu? Aku nggak memintamu membantuku untuk bunuh diri,” Sakura makin ngeri melihat sekelilingnya. Dia berdiri di ujung atap. Tergelincir sedikit saja, tentu akan jatuh ke bawah. Bintang lalu memegangi pinggang Sakura. “Sekarang, rentangkanlah tangamu ke samping selurus mungkin,” Sakura mengikuti. “Jangan ada ketakutan ya.. saya memegangmu kok. Nah, sekarang tarik nafas dalam-dalam lalu perlahan lepaskan,” Sakura mulai rileks. Keseimbangan tubuhnya benar-benar dipercayakannya pada lelaki ini. Sedikit-demi sedikit, Sakura memang merasakan kelegaan yang begitu lapang. “Aaahh.. benar-benar legaaa… sepertinya bebanku benar-benar hilang, Bintang…. ” ucap lembut Sakura. Sayup-sayup terdengar musik, My heart will go on mengalun lembut. “Hehehe, kebetulan Bintang bawa walkman. Lumayan, biar seperti soundtrack juga,” ujar Bintang. Adegan Sakura merentangkan tangan dan Bintang memegangi pinggangnya di belakang memang benar-benar mirip adegan Rose (Kate Winslet) dan Jack (Leonardo diCaprio) saat berada diujung geladak kapal Titanic. Apalagi, Bintang pake acara nyetel OST Titanic segala. Wah, bener-bener terasa titanicnya, bo..! “Memang mirip adegan Titanic. Tapi sebenarnya ini juga terapi ibu hamil usia kandungan 5 bulan yang lagi stress, untuk rileks biar janinnya tak terganggu, hihihi…” guman Bintang dalam hati. Perlahan Bintang membalikkan tubuh Sakura menghadapnya. Pandangan keduanya pun menyatu. Ost titanic pun berganti dengan lagu Dewa berjudul Lagu Cinta. “Aku jatuh cinta. Tuk kesekian kali. Baru kali ini kurasakan …..” alunan vokal khas dari Once mewarnai heningnya malam itu. Pelan-pelan Bintang mendekatkan wajahnya. Sakura tetap terpaku memandangi. “Waaaah, pria tampan ini sebentar lagi bakal menciumku. Oh, jantungku berdebar-debar kencang nih,” jerit Sakura dalam hatinya. Dengan lembut Bintang memegangi dagu mungil Sakura dan mengangkatnya sedikit hingga tatap mata keduanya makin bertambah lekat. “Ooh, sebentar lagiiii. Duh, jantungku berdebar makin nggak karuan. Iramanya mulai nggak jelas,” jerit Sakura lagi, masih dalam hatinya. Tak kuasa melihat, Sakura memejamkan mata. Bibir mungilnya yang basah mulai membuka sedikit. Tangan Bintang yang tadi memegangi dagunya pun mulai naik. Sekarang malah memegangi lubang hidung Sakura. Lho?? “Maaf, Sakura… Tadi saya lihat ada nyamuk masuk ke dalam hidungmu. Makanya saya ingin memastikannya…” ucap Bintang dengan santainya. Gubbbrrraaaaakkk..!!! Hampir pingsan Sakura mendengarnya. Dipikirnya tadi Bintang mendekatkan wajahnya karena ingin menciuminya. “Huhhh …!!!” umpat Sakura dalam hati. Kesal, dongkol campur jadi satu.” Gleekkk..!!! iiyaaaa… kamu benerrr … ada nyamuk di hidungkuu .. waduh, tembus ke mulut… akhhh .. gleeekkk , waaahh… ketelan nih,” Sakura benar-benar panik. Baru kali ini dia mengkonsumsi nyamuk. “Eeeehh, mulutnya jangan dicolokin pake jari. Bisa muntah lho..!!! Ntar kita dimarahin kru film Om Rano Karno..!! Tenang… tenang… ya… Bintang bawa Aqua kok. Ayo, diminum aja. Seterusnya, biar jadi urusan perut deh. Oke?! Peaceee..,” Bintang mencoba membantu Sakura. “Nih, coba permen Nano-nano, biar pahitnya cepet hilang,” tawar Bintang seraya membukakan bungkusnya.

***

Nit..nut..nit.. nutt.. Bunyi nada dering Cucak Rowo tiba-tiba mengalun dari ponsel Kuga. “Telkomsel vero-kuga….. anda dihubungkan dengan …” Kuga menyahut layaknya operator Telkomsel. “Wooiiii, sekarang bukan waktunya becandaa..!!!” Intonasi galak mirip ibunya Cuplis di film si Unyil ini mengingatkan Kuga pada seseorang. “Ada apa, Vie? Apa kamu dan Keiko sudah menemukan jejak mereka?” tanya Kuga. “Iya nih.. kami udah melihat mereka. Ada di atas atap Gedung Sate..!!” “Hah? Atap Gedung Sateee??” teriak Kuga, Pchan dan Jeff bersamaan. “Iya, bener.. Tapi kayaknya selain kita, ada orang lain mengincar mereka. Dia berpakaian hitam-hitam. Gerak-geriknya mencurigakan banget. Ayo, buruan ke sini..!!,” lapor Vie di seberang sana. Vie yang kini berkostum Sailormoon bersama Keiko yang memakai kostum Megumi, anggota Voltes V memang mengintai Bintang dan Sakura dengan memanjat tiang bendera sebuah kantor dekat Gedung Sate. Dari tiang inilah, mereka memantau dengan kekeran (teropong anak-anak) yang dibeli pagi tadi di Pak Lek Nurjaman, penjual mainan yang biasa parkir sepeda berisi dagangannya di depan pagar SMP 1. Harga Rp. 3.500 dengan 2 warna pilihan, blue silver dan black methalic. Tali kekeran dijual terpisah sebagai aksesoris. Tersedia dalam 2 warna pilihan, pink dan pelangi. “Oke, kami segera ke sana. Sori, lambat… belalang tempurnya mogok. Ini Jeff lagi ngebersihin busi-nya. Kasian P Chan, ngos-ngosan dorong nih motor sialan,” gerutu Kuga. “Lagian sih, motor tua gini dipake bonceng tiga. Huuuu…” protes Jeff. Masih dengan kostum Gaban bercelana Hawaii warna pink.

Bagaimana kisah selanjutnya? Siapakah orang berbaju hitam-hitam yang ternyata juga mengincar Bintang dan Sakura? Tunggu episode berikutnya…!!


[ << Love Captor Sakura 1 ]

 
< Prev   Next >