Ginga Eiyuu Densetsu

Ginga Eiyuu DensetsuSinopsis

"Di jaman apapun, di manapun, perilaku manusia tidak pernah berubah."

Di suatu masa depan yg sangat-sangat jauh, Aliansi Planet-Planet Bebas dan Imperium Goldenbaum sedang berada dalam pertempuran yg dahsyat yg telah berlangsung selama lebih dari 120 tahun lamanya. Di tengah-tengah kekerasan dan kekacauan, muncullah dua orang pahlawan yg berada di pihak yg berlawanan.

Kisah ini adalah kisah mereka.

Ulasan

Tidak banyak anime yg mampu menampilkan gambaran peradaban manusia seakurat sebagaimana yg digambarkan dalam Ginga Eiyuu Densetsu (GED). Walaupun bertempat dan latar belakang yg fiksi, tapi tema dan analisis yg berlangsung terhadap peradaban-peradaban yg terlihat sangat terasa dekat dengan benturan-benturan yg terjadi dalam masyarakat dunia kita saat ini. Sayangnya Ginga Eiyuu Densetsu - yg berformat OVA dan diproduksi dari Agustus 1988 hingga Maret 1997 hingga sebanyak 110 episode yg sepenuhnya epik - ini belum sempat mendapatkan perhatian yg cukup dari komunitas anime di tanah air.

Yang menjadikan GED luar biasa memikat adalah jalinan kisahnya yg kokoh. Penonton akan dibawa jauh ke dalam alur cerita yg sangat dalam, yang mana semua orang memiliki hasrat dan kepentingannya masing-masing yang menggerakkan jalan hidup mereka. Setiap karakter yg gugur baik dalam pertempuran maupun konspirasi selalu memberikan makna dalam kelanjutan kisahnya dan karakter-karakter utamanya terus tumbuh seiring berlalunya peristiwa demi peristiwa.

Yang Wen-LiBerbicara mengenai karakter, tentu saja yg paling menarik adalah kedua tokoh utamanya. Di pihak aliansi ada Yang Wen-Li, seorang biasa yg kemudian ternyata berbakat dalam ilmu taktik perang dan bergabung dengan tentara hanya demi bisa melanjutkan sekolahnya dengan gratis. Wen-Li yg sering bersikap santai dan malas ini lebih menginginkan perang segera berakhir agar ia bisa mengejar impiannya menjadi seorang sejarahwan. Melalui karakter Wen-Li penonton diajak ikut menelisik filosofi dan tingkah laku manusia yg dia hadapi selama bertempur di pihak aliansi, dan seiring waktu peran Wen-Li menjadi semakin penting dalam perjuangan aliansi secara keseluruhan untuk mengalahkan imperium lawannya.

Reinhard von LohengrammMewakili Imperium Goldenbaum adalah Reinhard von Lohengramm yg bertemperamen dingin dan cerdas. Kemampuan strateginya tidak kalah dari Wen-Li, tapi Reinhard lebih serius dan disiplin. Reinhard bukanlah karakter antagonis, motivasinya untuk berperang adalah merebut kembali saudara perempuannya yg dipaksa menikah dengan Kaiser Friedrich IV. Merasa muak dengan kebusukan yg mengakar dalam dinasti Goldenbaum, Reinhard mengejar kekuasaan agar tidak ada lagi orang yg menderita di bawah tirani manapun. Namun menapaki jalan menuju kekuasaan di Imperium Goldenbaum bukanlah perjalanan mudah, dan domba yg berada di antara sekawanan serigala juga harus bisa menumbuhkan taring dan cakar.

Karakter-karakter yang lain pun juga tidak kalah menariknya. GED dikisahkan dengan mengambil sudut pandang dari ratusan bahkan ribuan karakter. Dari raja-raja hingga rakyat biasa, dari para panglima hingga prajurit tempur, dan kita bisa melihat bahwa tindakan-tindakan dari karakter-karakter tersebut telah mempengaruhi semua peristiwa-peristiwa yg terjadi dalam GED. Semua karakter yg muncul bukanlah sekedar karakter yg muncul sekelebatan, lalu tewas tanpa makna (*uhuk* Code Geass *uhuk-uhuk* :P). Semua karakter tergali oleh latar belakangnya masing-masing yg mempengaruhi tindakan-tindakan mereka, dan GED secara luar biasa mampu menjalin semua itu menjadi sebuah gambaran cerita yg utuh.

Dipandang dari segi animasi, GED bisa dibilang biasa-biasa saja. Musiknya pun terdengar sebagaimana standar musik klasik tapi dipadukan dengan apik dengan setiap adegan-adegan yg sedang berlangsung tanpa mengalihkan perhatian dari cerita. Yang jelas GED menonjol dalam alur drama, karakter-karakter yg memikat, dan tentu saja strategi-strategi perang luar angkasa yg fantastis, karena itu jangan lewatkan Ginga Eiyuu Densetsu yg akan berjalan bersama Vault IA episode 2.